Saturday, 14 July 2012

0 Pulih Cedera, Villa Tak Sabar Lagi untuk Beraksi

Sejak Desember tahun lalu, David Villa harus berakrab dengan kamar bedah dan ruang perawatan Barcelona untuk memulihkan otot tibia kakinya yang patah. Kini, ia tak sabar beraksi di musim baru.

"Aku ingin segera mengakhiri liburan. Dokter sudah memberi lampu hijau melihat kondisiku dan aku ingin kembali ke lapangan, berlatih tidak terpisah dengan tim," tegasnya kepada media Spanyol, AS, Sabtu (14/7/2012).

Pernyataan Villa itu diungkap saat memberikan pelatihan sepak bola musim panas di Kampus Tuilla di kampung halamannya, Langreo, kawasan Asturia.

"El Guaje" --sebutan Villa, berarti Si Bocah dalam Bahasa Spanyol dialek Asturia-- juga berkomentar soal kemenangan Spanyol di Euro 2012.

"Kemenangan yang luar biasa. Spanyol mencapai prestasi di mana tim lain belum pernah lakukan. Itu sangat membanggakan," tandasnya.

Villa juga berkesempatan mengunjungi pertambangan Candin dan menyatakan empatinya.

"Aku juga berasal dari keluarga pekerja tambang. Aku akan selalu mendukung mereka," ucap Villa.

Eks bomber Valencia berusia 30 tahun itu ingin para pekerja tambang itu selalu berkarya dengan sepenuh hati dan tak berhenti memperjuangkan hak hasil usaha kerasnya.



0 Ronaldinho Telah Mengubah Barcelona

BARCELONA – Sulit untuk membantah bahwa Ronaldinho merupakan salah satu pemain yang memberi pengaruh besar bagi kejayaan Barcelona, dalam satu dekade terakhir. Presiden Barcelona Sandro Rosell pun menilai demikian.


Dinho- panggilan Ronaldinho- didatangkan Barcelona dari Paris Saint-Germain (PSG) pada 2003. Di tahun keduanya, Dinho berhasil membawa Blaugrana meraih kembali gelar juara La Liga, setelah terakhir mereka dapatkan pada 1999.


Pada musim berikutnya (2005/06), Dinho semakin menjadi elemen penting di tubuh Barcelona. Bersama rekan-rekannya, ia berhasil membawa Blaugrana mempertahankan gelar juara La Liga dan meraih trofi Liga Champions yang kedua sepanjang sejarah klub.


“Ronaldinho mengakhiri dinamika negatif yang terjadi pada klub dan membuatnya positif kembali. Itulah yang telah Ronaldinho lakukan. Dia telah mengubah jalan yang ditempuh Barcelona, dan kontribusinya terus berlanjut,” ujar Rosell.


Dinho hijrah ke AC Milan pada 2008 dan hanya bertahan selama dua setengah musim. Kemudian, pemain yang kini berusia 32 tahun itu bermain untuk Flamengo selama satu setengah musim, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Atletico Mineiro beberapa waktu lalu.


Friday, 13 July 2012

0 Inilah 9 Club yang pernah menjuarai Liga Spanyol

Sejak digulirkan pertama kali pada tahun 1929, Liga Spanyol baru menghasilkan 9 juara. Real Madrid dan Barcelona menjadi pengumpul terbanyak. Namun, nama-nama seperti Atletico Madrid, Athletic Bilbao, Valencia, Real Sociedad, Deportivo La Coruna, Sevilla, dan Real Betis tak boleh dilewatkan.

1. Real Madrid (32 gelar)

Klub ibukota adalah pemegang gelar Liga Spanyol terbanyak. 32 gelar mereka kantongi sejak pertama kali menjadi yang terbaik pada musim 1931-32. Bicara tahun keemasan, tidak ada yang tidak setuju bahwa El Real dekade 1950-an hingga 1960-an menjadi yang terbaik. Dalam rentang waktu 16 tahun ada 12 gelar yang didapatkan. Kini, dengan skuad multinasional, kubu Jose Mourinho juga dijagokan mampu mempertahankan gelar.

2. Barcelona (21 gelar)

Barcelona adalah klub pertama yang menjuarai Liga Spanyol pada 1929. Mereka sempat menunggu selama hampir dua dekade untuk mendapatkan gelar kedua. Sepanjang perjalanan La Liga, El Barca terus menjadi kompetitor terkuat Real Madrid. Musim ini, dengan pelatih baru, Tito Vilanova, Blaugrana juga masih dianggap sebagai pesaing utama kubu Santiago Bernabeu dalam mempertahankan gelar.

3. Atletico Madrid (9 gelar)

Klub ‘kedua’ di kota Madrid ini menjadi klub terbanyak meraih gelar setelah Real Madrid dan Barcelona. Sembilan label juara melekat pada mereka sejak musim 1939-1940. Terakhir kali Rojiblancos mendapatkan gelar, adalah pada musim 1995-96. Sempat mengalami krisis keuangan parah yang menyebabkan akademi mereka dibubarkan, Atletico yang pernah terjerumus ke Segunda Division masih terus mencari penampilan terbaik di dekade awal abad XX.

4. Athletic Bilbao (8 gelar)

Athletic adalah klub kedua yang berhasil mendapatkan gelar La Liga. Namun, prestasi mereka yang gemilang di awal dekade 1930-an, tak berkelanjutan hingga saat ini. Terakhir kali pasukan lokal Basque menikmati gelar adalah pada musim 1983-84 atau hampir tiga dekade lalu.

5. Valencia (6 gelar)

Wakil Valencia yang sempat mengacaukan dominasi Real Madrida dan Barcelona di awal dekade 2000-an. Sepasang gelar didapatkan pasukan Mestalla pada musim 2001-02 dan 2003-04. Secara keseluruhan, dalam belasan musim terakhir, El Che memang menjadi salah satu klub yang penampilannya relatif stabil selain duo raksasa Spanyol.

6. Real Sociedad (2 gelar)

Sociedad pernah dua kali mendapatkan gelar juara pada musim 1980-81 dan 1981-82. Namun kejayaan Txuri-urdin yang kala itu memiliki penyerang Jesus Maria Satrustegui, tidak berlanjut hingga kini. Prestasi terbaik di abad XX adalah ketika Nihat Kahveci dkk. menjadi runner-up pada musim 2002-03.

7. Deportivo La Coruna (1 gelar)

Super Depor yang musim ini kembali ke Primera Division, menyimpan kisah manis pada musim 1999-200. Kala itu, mereka berhasil menjuarai La Liga untuk pertama dan terakhir kalinya; setidaknya hingga musim ini.

8. Sevilla (1 gelar)

Sevilla lebih banyak menjadi runner-up daripada juara La Liga. Empat kali mereka finish di peringkat kedua, dan baru sekali mencicipi gelar pada musim 1945-46. Ketika itu, dalam format liga yang berjumlah 14 klub, Sevilla unggul 1 angka dari Barcelona. Musim ini, pasukan Ramon Sanchez-Pijzuan memang masih dikategorikan sebagai klub elite. Namun, bicara juara, terlalu jauh untuk mereka.

9. Real Betis (1 gelar)

Klub asal Sevilla pertama yang mendapatkan gelar. Musim 1934-35, Betis yang kala itu bernama Betis Balompie, sukses menyingkirkan Real Madrid sang runner-up dengan perbedaan satu angka. Kini, puasa gelar telah terlalu lama, hampir 90 tahun.






:: Gimana Komentarnya Cules ?? ::